Divonis 2 Tahun 8 Bulan, Hartati Belum Berencana Banding


Ferdinan – detikNews

 

 

Jakarta – Pengusaha Hartati Murdaya akhirnya divonis 2 tahun 8 bulan oleh majelis Pengadilan Tipikor. Meski lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum, mantan anggota Dewan Pembina Partai Demokrat ini belum berencana untuk mengajukan banding.

“Saya pikir-pikir dulu,” jawab Hartati.

Hartati mengatakan hal itu saat ditanya Ketua Majelis Gusrizal mengenai kemungkinan akan mengajukan banding di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Senin (4/2/2013).

Hal yang sama juga ditempuh oleh kubu jaksa. Mereka emoh terburu-buru dalam mengambil sikap untuk menempuh langkah banding meski jumlah tuntutan yang diajukan tidak disetujui hakim.

“Kami pikir-pikir juga yang mulia,” jelas jaksa.

Sebelumnya, Hartati dituntut 5 tahun penjara dengan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Pemberantasan Korupsi. Namun majelis memvonis 2 tahun 8 bulan dengan denda Rp 150 juta subsider 3 bulan.

Ribuan Warga Sambut Antusias Jenazah Anas Wiryanto


BIMA (voa-islam.com) - Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya jenazah ustad Anas Wiryanto dikembalikan ke kampung halamannya di Kelurahan Penato’i Kota Bima, NTB, sekitar pukul 00.45 WITA, Sabtu malam (2/1/2013).

Beredarnya isu penolakan terhadap salah satu jenazah korban penembakan Densus 88, akhirnya terbantahkan dengan realita yang ada diLapangan.

“Ada indikasi inteligen gelap yang menghembuskan isu penolakan terhadap jenazah ustadz Anas, namun semuanya terbantahkan oleh Fakta di lapangan, dimana warga menerimanya dengan baik tanpa ada huru-hara sedikitpun,” kata ustadz Iskandar, salah seorang tokoh masyarakat setempat, Sabtu (2/1/2013).

 

Kedatangan jenazah ustadz Anas mendapat sambutan antusias oleh kaum muslimin warga Kelurahan Penato’i Kota Bima.

“Nampak jelas, dari pengaturan Parkir, pengangkatan jenazah dan penjagaan yang terorganisir dari pemuda-pemuda Kelurahan Penato’i menunjukan keberpihakan mereka pada kedatangan jenazah ustadz Anas,” ungkap ustadz Iskandar.

Ustadz Anas salah satu korban penembakan densus 88 di Kabupaten Dompu adalah sosok yang sangat dihormati di Kelurahan Penato’i. Beliau terkenal ramah, murah senyum dan tidak pernah terlibat satu kasus apapun yang berkaitan dengan hukum.

“Beliau dimata masyarakat Penato’i sangat baik, ramah dan tidak pernah tersangkut kasus hukum apapun” ujar Abdullah Samad, SH salah satu tokoh masyarakat di Kelurahan Penato’i.

 

Selain itu tanda-tanda syahid (insya Allah) yang nampak pada ustadz Anas, diantaranya keluarnya keringat di dahi dan wajah, darah mengalir terus dari kepala dan perut, badan masih lemas seperti manusia biasa yang masih Hidup serta tanda-tanda lainnya. Padahal jasad beliau sudah 28 hari disimpan di rumah sakit Polri.

Pada jenazaha almarhum ustad Anas terdapat luka tembak di bagian perut dua lubang, kepala dan paha serta ada bekas luka memar di dada kiri. Kemudian yang sangat membuat keluarga terpukul adalah adanya bekas otopsi yang tidak wajar dimana nampak bekas jahitan dari pusar sampai di dagu.

Pukul 10.00 WITA pagi jenazah diberangkatkan di TPU Kelurahan Penato’i.  Ribuan pelayat mengiringi pemakaman jenazah ustadz Anas. Acara pemakaman pun ditutup dengan do’a oleh salah seorang ustadz setempat.

AS Serahkan Pesawat Tempur F-16 kepada Mesir


REPUBLIKA.CO.ID,  KAIRO –  Amerika Serikat mulai menyerahkan empat dari total 20 pesawat tempur jenis F-16 kepada Mesir.

Duta Besar AS untuk Mesir Anne Patterson seperti dikutip media massa setempat, Ahad, mengatakan pemenuhan pesanan Mesir atas pesawat tempur tersebut akan berlangsung dalam tahun ini.

“Penyerahan pesawat tempur itu menandakan hubungan bilateral AS-Mesir berjalan baik yang dijalin dalam 34 tahun terakhir,” kata Dubes Anne.

Disebutkan, pembelian Mesir atas pesawat tempur buatan AS itu merupakan kerangka kerja sama di bidang pertahanan yang saling menguntungkan.

Dana pembelian pesawat tersebut diambil dari program bantuan tetap AS kepada Mesir senilai 1,3 miliar dolar AS setiap tahun.

Selain bantuan militer, dana tersebut juga diperuntukkan untuk mendukung program keamanan dan Mesir dan pemberantasan terorisme, kata Dubes Anne.

Demokrasi Biang Kerok Terorisme


HTI-Press. Surabaya“Demokrasi adalah biang kerok terorisme!” tegas Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto dalam acara Halqah Islam dan Peradaban (HIP) ke-24 DPD HTI Jatim, Ahad (27/1) di Hall Mina Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Menurut Ismail, salah satu prinsip dari demokrasi adalah kebebasan kepemilikan. Artinya, siapa saja boleh memiliki apa saja selama bisa meraihnya tanpa mengenal halal-haram. Dan siapa saja boleh menjual apa saja selama ada permintaan lagi-lagi tanpa mengenal halal-haram.

Untuk memiliki uang, Amerika menjual senjata. “Untuk meningkatkan penjualan senjatanya maka Amerika akan menciptakan konflik seperti di Irak dan Afghanistan,”  ungkap Ismail di hadapan sekitar 600 peserta talkshow yang bertema Demokrasi biang Terorisme, Khilafah Solusinya tersebut.

Namun, lanjut Ismail, dengan konflik tersebut secara tidak langsung Amerika telah menciptakan teror di seluruh dunia.

Sedangkan Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan menyoroti ketidakadilan dalam penanganan tindak teror. Ia mempertanyakan mengapa bila pelaku terornya Muslim, seperti pada bom Bali I diusut secara tuntas sedangkan ketika pelaku terornya non Muslim, seperti pada pembantain Muslim yang sedang beribadah di salah satu masjid di Ambon pada Hari Raya tidak jelas penyelesaiannya.

Senada dengan Achmad Michdan, Ketua DPD HTI Jatim Harun Musa menyatakan  adanya standar ganda dalam penanganan terorisme yang dilakukan aparat keamanan. Ia pun menyebutkan kasus pembunuhan polisi di Poso oleh beberapa Muslim dicap sebagai tindak terorisme dan pelakunya disebut sebagai teroris. Sedangkan bila pelakunya Kristen, seperti kasus pembunuhan polisi di Papua tidak disebut kasus terorisme namun hanya kriminal biasa.

Tips-tips Belajar Enjoy


Salam, sobat!

Selama ini kita sering ngeluh kalo denger, “Besok ulangan harian!”. Atau ketika kita lagi pusing bin pening, ada yang bilang, “Setelah ini pelajaran IPA”. Duuh…bisa pusing tujuh keliling.

Mengapa begitu? Karena kita memandang pelajaran hanya sebatas pengetahuan untuk mencari nilai. Padahal? Tidak. Kalo kita menjelajah lebih dalam, kita akan menemukan banyak hal yang luar biasa di dalamnya. Contohnya, nih; kita bisa menyebut segala sesuatu di alam semesta ini adalah kimia, tul nggak? Itu baru satu satu contoh. Sebenarnya, masih banyak contoh lainnya yang tak kalah luar biasa, dan akan dibahas di artikel lainnya. Dukung terus, ya…

Nah, ini dia berbagai tips yang insyaAllah bisa membantu kita untuk sukses dalam menuntut ilmu. Let’s cekidot!

 

*Tips Dieniyah

Kita tentu tahu, bahwa hanya Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Berilmu. Maka, kita harus menyambung hubungan yang baik antara kita dengan-Nya. Berikut ini berbagai tips dieniyah-nya :

1. Luruskan Niat

“Segala perbuatan tergantung niatnya, dan setiap manusia akan mendapatkan apa yang ia niatkan.”(HR.Muslim). Mengaca kepada hadits tersebut, hal pertama yang harus kita lakukan adalah meluruskan niat. Karena kita akan mendapat apa yang kita niatkan. Masalahnya, bagaimana niat yang benar?

Niat yang paling benar adalah niat menuntut ilmu hanya untuk mencari ridho Allah SWT semata. Karena ridho Allah SWT adalah prioritas kebahagiaan kaum Muslim. Dan lagi, kalo niatnya seperti itu, insyaAllah ilmu kita akan barokah dunia dan akhirat.

2. Jauhi Kemaksiatan

“ilmu ibarat cahaya, dan cahaya Allah tidak akan ditunjukkan/diberikan kepada ahli maksiat.” Yup. Memang benar, bahwa Allah tidak akan memberi hidayah kepada ahli maksiat kecuali ia bertaubat. Begitu juga kita. Jika kita menanam benih-benih keburukan, maka kita akan menuai keburukan. Maka dari itu, kita harus selalu berusaha untuk menjauhi maksiat. Tidak hanya saat menjelang ulangan(berharap ketika ulangan dibantu Allah), akan tetapi di setiap nafas, waktu, dan hidup kita selalu terjaga dari kemaksiatan dan mendedikasikan hidup kita haya untuk Allah semata. So, mulailah hidup bebas narkoba, eeh..bebas dosa. Hehehe…

3. Sangkal bisikan setan

Bisikan setan memang menggiurkan serta menghanyutkan, bak air mengalir yang tenang. Setan pasti selalu mendukung semua perbuatan buruk, bahkan menfasilitasi dengan berbagai hal yang menggoda. Dan jangan lupa, ada setan dari golongan jin dan golongan manusia. Kebanyakan, setan golongan manusia ini lebih mematikan dari pada setan golongan jin. Mengapa? Karena mereka lebih mudah dipercaya dan kasat mata.

Adapun cara-cara menyangkal bisikan setan oleh Spiritual Motivator N. Faqih Syarif H. antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ucapkan kalimat ta’awud
  • Tutup telinga disertai pelafalan kalimat ta’awud

Mudah, kan? Setelah kita ketahui berbagai tips dieniyah, sekarang kita beranjak menuju tips ‘ilmiyah.

 

*Tips ‘Ilmiyah

Makhluk memiliki banyak macam, diantaranya adalah hewan dan tumbuhan. Begitu juga hidup, ia memiliki banyak macam. Dua diantaranya adalah kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Kehidupan dunia adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia. Begitu juga sebaliknya, kehidupan akhirat adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan akhirat atau hai akhir. Berikut ini adalah berbagai tips dunia(‘ilmiyah) yang berhubungan dengan belajar enjoy:

1. Jangan Menunda Belajar

Kebanyakan orang suka menunda pekerjaan dengan berbagai alasan. Baik alasan syar’i maupun non-syar’i. Ini adalah penyakit yang berbahaya. Mengapa? Karena kita akan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Oleh karena itu, bangkit dan segera manfaatkan waktu kita yang tak banyak ini sebelum ajal menjemput.

2. Mililkilah Tokoh untuk Diteladani

Tokoh yang patut diteladani wajib ada dalam kehidupan kita. Tokoh ini berguna untuk memotivasi kita ketika berbuat kesalahan atau dosa. Jiak kita berbuat salah, maka kita akan bertanya dalam hati kita, ”Sudah seberapa dekat posisiku dengan tokoh teladanku?”. Akan tetapi, siapa yang benar-benar patut dan layak untuk diteladani? Dia adalah Rosulullah Muhammad SAW. Beliau diutus Allah hanya untuk menjadi rahmat bagi seluruh alam. Dan rahmat Allah itu sangat patut dan layak untuk diteladani dan diterima dengan ikhlas(lapang dada).

3. Buang Sesuatu yang Menggangu Belajar

“Lebih baik mencegah daripada mengobati”. Kita harus mencegah atau membuang sekalipun segala sesuatu yang menggangu belajar kita. Karena sebagian besar dari  kita tidak bisa fokus dengan dua pekerjaan sekaligus. Mereka hanya bisa fokus satu pekerjaan. Begitu pula dalam belajar, harus fokus. Belajar fokus akan menghasilkan belajar yang efektif dan tidak membuang banyak waktu.

4. Selesaikan Belajar secara Tuntas

“Janganlah engkau menunda pekerjaanmu sampai besok, jika kamu mampu menyelesaikannya hari ini”. Kita bisa simpulkan dari untaian peribahasa tersebut, bahwa jika kita mampu(bisa) menyelesaikan belajar/tugas/PR hari ini, maka selesaikanlah dahulu. Jangan beranjak dari belajar itu sampai benar-benar tuntas dan benar. Kecuali jika memang ada udzur(halangan) yang sangat penting. Misalnya; dipanggil oleh orang tua untuk menghadapnya.

 

InsyaAllah, jika kita melaksanakan semua tips-tips di atas sungguh-sungguh dan istiqomah(konsisten). Belajar kita akan semakin mudah dan enjoy. So, selamat mencoba dan semoga sukses!

 

 

Created by : Dakwaheroes

Menuai Ilmu Barokah


Kita tentunya tahu, seberapa pentingnya ilmu. Seperti yang termaktub dalam peribahasa Arab berikut:

لو لا العلم لكان الناس كالبهائم

“Kalau bukan karena ilmu, niscaya manusia seperti hewan”

Setiap pekerjaan pasti ada prosesnya. Begitu juga menuntut ilmu, pasti ada prosesnya juga. Masalahnya, proses bagaimana yang benar?

Saya akan memberi tahu Anda bagaimana proses(cara) menuntut ilmu yang benar, dengan menggunakan mitsalan berikut:

علم

 Saya akan mulai menjelaskannya. Dimulai dari huruf:

Ain(ع)

Melambangkan proses menuntut ilmu-ilmu dasar, baik agama maupun dunia. Ilmu-ilmu dasar inilah yang dapat “menyambungkan” ‘ain dengan lam(ل). Sambungan ‘ain dan lam adalah jalan yang membuka pendalaman ilmu. Akan tetapi, jalan(sambungan) ini hanya satu. Artinya, kita harus fokus kepada satu macam ilmu yang akan kita dalami. Misalnya; matematika.

Lam(ل)

Adalah proses pendalaman ilmu yang kita pilih. Ini adalah proses kita menjadi spesialis. Kita bisa menyerahkan pendalaman ilmu lain kepada orang lain. Yang penting kita mengetahui dasar-dasarnya. Mengapa begitu? Karena ciri orang sukses adalah fokus. Setelah mendalaminya, kita akan “tersambung” dengan huruf mim(م).

Mim(م)

Lingkaran mim adalah proses perbaikan aqliyah dan nafsiyah diri agar bisa menuju proses akhir, yaitu terjun ke masyarakat. Selanjutnya adalah ekor mim, yaitu proses akhir dari penuntutan ilmu kita. Di sini, kita harus mengamalkan ilmu kita. Dengan tetap menjaga syakhshiyah dan ilmu spesialis kita.

InsyaAllah jika kita melaksanakan prosedur tersebut, niscaya ilmu kita akan bermanfaat dunia dan akhirat. Amiin…

Created by : Dakwaheroes